Peringatan Hari Tani, DPW Partai Perindo Jatim: Bangkitkan Petani, Wujudkan Kedaulatan Pangan

Ekonomi10 Dilihat

SURABAYA — Peringatan Hari Tani menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi terhadap kondisi petani sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

DPW Partai Perindo Jawa Timur menilai kebangkitan sektor pertanian harus menjadi bagian penting dari pembangunan ekonomi nasional. Petani bukan sekadar kelompok yang memproduksi bahan pangan, tetapi merupakan salah satu fondasi utama ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia.

Ketua DPW Partai Perindo Jawa Timur Ahmad Zazuli mengatakan, keberpihakan kepada petani harus diwujudkan melalui kebijakan yang mampu memberikan kepastian dari hulu hingga hilir.

“Petani harus mendapatkan perhatian yang nyata. Mulai dari ketersediaan pupuk dengan harga yang terjangkau, akses terhadap sarana produksi, pendampingan, sampai kepastian harga ketika hasil panen masuk pasar,” kata Ahmad Zazuli.

Menurutnya, persoalan pupuk masih menjadi salah satu perhatian penting bagi petani. Karena itu, pemerintah diharapkan terus memperkuat kebijakan subsidi pupuk agar manfaatnya benar-benar dirasakan petani dan distribusinya semakin tepat sasaran.

“Harapan petani sederhana: pupuk mudah didapat dan harganya terjangkau. Jangan sampai biaya produksi tinggi, tetapi ketika panen harga justru turun. Petani membutuhkan kepastian dan perlindungan,” ujarnya.

Selain pupuk, stabilitas harga hasil pertanian pascapanen juga harus menjadi perhatian. Fluktuasi harga yang terlalu tajam dapat membuat petani kesulitan memperoleh keuntungan yang layak meskipun telah mengeluarkan biaya dan tenaga besar selama masa tanam.

DPW Partai Perindo Jatim mendorong pemerintah memperkuat ekosistem pertanian melalui sejumlah langkah, antara lain:

  1. Memaksimalkan kembali kebijakan subsidi pupuk dengan distribusi yang tepat sasaran dan mudah diakses petani.
  2. Menjaga stabilitas harga komoditas pertanian agar petani memperoleh harga jual yang layak saat panen.
  3. Memperkuat akses pasar dan rantai distribusi sehingga petani tidak selalu berada pada posisi yang lemah ketika menjual hasil produksinya.
  4. Mendorong modernisasi pertanian dan peningkatan produktivitas melalui teknologi, pendampingan, serta akses pembiayaan.
  5. Memperkuat regenerasi petani agar generasi muda melihat sektor pertanian sebagai profesi dan sektor ekonomi yang memiliki masa depan.

“Kalau kita ingin berbicara tentang kedaulatan pangan, maka petaninya harus berdaulat terlebih dahulu. Petani harus sejahtera, produksinya meningkat, biaya produksinya terkendali, dan hasil panennya memiliki kepastian pasar,” tegas Ahmad Zazuli.

Ia menambahkan, Jawa Timur sebagai salah satu sentra pertanian nasional memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan pangan. Karena itu, pembangunan pertanian harus ditempatkan sebagai agenda jangka panjang yang melibatkan pemerintah, petani, dunia usaha, koperasi, perguruan tinggi, hingga generasi muda.

“Hari Tani bukan hanya seremoni. Ini harus menjadi momentum untuk memastikan bahwa kebijakan pembangunan benar-benar hadir di tengah petani. Petani bangkit, pertanian kuat, pangan berdaulat, dan ekonomi rakyat tumbuh,” pungkas Ahmad Zazuli.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *