Banser Surabaya Serukan Warga Siaga Musim Hujan, 5 Langkah Mitigasi Jadi Prioritas

SURABAYA — Memasuki persiapan menghadapi musim hujan, masyarakat Kota Surabaya diminta tidak lengah terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Banjir, genangan, angin kencang, pohon tumbang hingga gangguan aktivitas masyarakat perlu diantisipasi melalui kesiapsiagaan sejak dini.

Kasetma Banser Surabaya, Ahmad Zazuli, menyerukan agar mitigasi tidak hanya dilakukan ketika bencana sudah terjadi. Menurutnya, kesiapan lingkungan dan masyarakat harus dibangun sebelum hujan dengan intensitas tinggi terjadi.

“Kita jangan menunggu bencana datang baru bergerak. Mitigasi harus dimulai sekarang, dari lingkungan terkecil, yaitu rumah, kampung, RT dan RW,” ujar Ahmad Zazuli.

Ia menilai kekuatan utama dalam menghadapi bencana bukan hanya terletak pada respons ketika keadaan darurat, tetapi juga pada kemampuan masyarakat mengurangi risiko sebelum bencana terjadi.

5 Langkah Mitigasi Banser Surabaya

1. Bersihkan saluran air dan lingkungan

Warga didorong melakukan kerja bakti membersihkan selokan, gorong-gorong dan saluran air dari sampah maupun material yang dapat menghambat aliran air.

2. Petakan titik rawan banjir dan genangan

Banser bersama masyarakat dapat membantu mengidentifikasi lokasi yang memiliki riwayat genangan, akses jalan yang rawan terputus serta titik yang membutuhkan perhatian khusus ketika hujan deras.

3. Waspadai pohon dan bangunan yang berisiko

Pohon yang berpotensi tumbang serta bagian bangunan yang rawan akibat angin kencang perlu diperiksa sejak dini. Koordinasi dengan pihak berwenang diperlukan apabila ditemukan kondisi yang membahayakan.

4. Perkuat komunikasi dan kesiapan relawan

Informasi mengenai kondisi cuaca, genangan dan keadaan darurat harus dapat disampaikan secara cepat. Jaringan Banser, masyarakat, RT/RW dan unsur terkait perlu memiliki komunikasi yang baik ketika terjadi keadaan darurat.

5. Siapkan jalur dan titik evakuasi

Masyarakat perlu mengetahui lokasi aman serta jalur evakuasi di lingkungan masing-masing. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia dan warga yang membutuhkan bantuan khusus harus menjadi perhatian dalam perencanaan evakuasi.

Banser Siap Bergerak untuk Kemanusiaan

Ahmad Zazuli menegaskan, Banser Surabaya akan terus mendorong semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam menghadapi potensi bencana.

“Banser adalah bagian dari masyarakat. Ketika masyarakat membutuhkan bantuan dalam situasi kebencanaan, semangat kita adalah hadir, membantu dan bergotong royong,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi ketika terjadi bencana. Informasi terkait cuaca dan peringatan dini sebaiknya merujuk pada sumber resmi agar tidak menimbulkan kepanikan.

Menurut Ahmad Zazuli, kesiapsiagaan menghadapi musim hujan harus menjadi gerakan bersama.

“Kita ingin Surabaya bukan hanya cepat dalam merespons bencana, tetapi juga semakin kuat dalam mencegah dan mengurangi risikonya. Siaga dari sekarang adalah bentuk kepedulian terhadap keselamatan bersama,” pungkasnya.

Banser Surabaya: Siaga, Tanggap, Peduli, dan Bergerak untuk Kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *