Pengangguran Lulusan Universitas Jatim Capai 6,04 Persen, Ahmad Zazuli Dorong Pemprov Cari Solusi

SURABAYA – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lulusan universitas di Jawa Timur pada Februari 2026 mencapai 6,04 persen, naik dari 5,60 persen pada Februari 2025. Angka ini tertinggi dibandingkan kelompok pendidikan lain, sementara TPT Jatim secara keseluruhan turun menjadi 3,55 persen.

Ketua DPW Partai Perindo Jawa Timur Ahmad Zazuli menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius. Menurutnya, tingginya pengangguran sarjana menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia kerja.

“Jangan sampai anak-anak muda sudah menempuh pendidikan tinggi, tetapi setelah lulus justru kesulitan mendapatkan pekerjaan,” ujar Ahmad Zazuli.

Ia mendorong Pemprov Jatim membangun ekosistem ketenagakerjaan yang melibatkan perguruan tinggi, industri, UMKM, pemerintah daerah, dan organisasi kepemudaan.

“Pendidikan dan pelatihan harus diarahkan pada kebutuhan pekerjaan lima hingga sepuluh tahun ke depan,” katanya.

Sejumlah langkah yang ditawarkan meliputi penguatan link and match perguruan tinggi dengan industri, perluasan magang berbayar, pengembangan kewirausahaan muda, penguatan UMKM, serta pembangunan database kebutuhan tenaga kerja yang terintegrasi.

Ahmad Zazuli menegaskan, pengangguran sarjana harus menjadi agenda pembangunan jangka panjang agar bonus demografi tidak berubah menjadi beban.

“Pemprov Jatim perlu segera mencarikan solusi konkret. Pertumbuhan ekonomi harus benar-benar membuka kesempatan kerja yang layak bagi anak-anak muda Jawa Timur,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *