Surabaya – Perolehan elektabilitas Partai Perindo Jawa Timur sebesar 1,1 persen dalam survei ARCI menjadi energi baru bagi jajaran DPW Perindo Jatim untuk memperkuat kerja politik sekaligus pengabdian kepada masyarakat.
Ketua DPW Partai Perindo Jawa Timur, Ahmad Zazuli, menilai angka tersebut bukan sekadar capaian survei, melainkan bentuk kepercayaan masyarakat yang harus dijawab dengan kerja nyata.
“Terima kasih kepada masyarakat Jawa Timur yang mempercayai kerja-kerja kami, Perindo Jatim. Semoga kepercayaan ini menjadi modal kami untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur,” kata Zazuli.
Menurut Zazuli, kerja untuk masyarakat tidak selalu harus dimulai dengan program besar. Ada persoalan yang jauh lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari dan bisa dilakukan secara langsung, yakni merawat kerukunan, membangun kembali semangat gotong royong dan memperkuat toleransi di tengah masyarakat.
“Jawa Timur memiliki tradisi gotong royong dan kerukunan yang kuat. Ini harus kita rawat. Perindo ingin hadir di tengah masyarakat, bukan hanya ketika ada kepentingan politik, tetapi dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Karena itu, Zazuli akan mendorong seluruh jaringan Perindo di Jawa Timur untuk menjadi bagian dari penguatan kehidupan sosial masyarakat. Kader dan struktur partai di daerah diharapkan aktif membangun ruang kebersamaan, membantu menyelesaikan persoalan warga dan menghidupkan kembali semangat gotong royong di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, masyarakat yang rukun dan saling membantu merupakan fondasi penting bagi kesejahteraan. Ketika hubungan sosial kuat, persoalan ekonomi, pendidikan, kesehatan maupun persoalan sosial lainnya akan lebih mudah dihadapi secara bersama-sama.
“Kalau tetangga masih mau saling membantu, kalau masyarakat masih mau bergotong royong, kalau perbedaan tidak menjadi alasan untuk saling menjauh, sebenarnya kita sudah memiliki modal besar untuk membangun kesejahteraan,” ujarnya.
Semangat tersebut kemudian akan dikembangkan dalam kerja Perindo di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan serta penguatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Perindo Jatim ingin jaringan partai menjadi penghubung antara persoalan masyarakat dengan berbagai sumber daya dan solusi yang tersedia.
Di bidang ekonomi, misalnya, Perindo akan memberikan perhatian terhadap pelaku usaha kecil dan UMKM agar semakin kuat, memiliki akses pasar dan mampu berkembang. Sementara dalam bidang pendidikan dan kesehatan, jaringan Perindo didorong untuk membantu membuka akses dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Zazuli menegaskan, pendekatan tersebut merupakan upaya mengubah cara pandang terhadap politik. Politik, kata dia, tidak semestinya hanya hadir ketika pemilu, tetapi harus hadir dalam kehidupan masyarakat sepanjang waktu.
“Kepercayaan masyarakat tidak boleh hanya kita ukur dari angka survei. Kepercayaan itu harus kita jaga dengan kehadiran dan kerja nyata. Mulai dari hal-hal sederhana: menjaga kerukunan, membangun toleransi, menghidupkan gotong royong, sampai memperjuangkan ekonomi, pendidikan dan kesehatan masyarakat,” katanya.
Bagi Zazuli, capaian 1,1 persen dalam survei ARCI bukanlah tujuan akhir. Angka tersebut justru menjadi titik awal bagi Perindo Jatim untuk membangun kepercayaan yang lebih luas menuju Pemilu 2029.
“Kami ingin Perindo menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jawa Timur. Kalau masyarakat membutuhkan, kami hadir. Kalau ada persoalan, kami ikut mencari jalan keluarnya. Dan kalau ada potensi yang bisa dikembangkan, kami ikut mendorongnya,” pungkas Zazuli.
